<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OZZON RADIO SULAWESI TENGGARA</title>
	<atom:link href="http://ozzonradio.com/home/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ozzonradio.com/home</link>
	<description>Radio,Sulawesi,Tenggara,Online</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 00:34:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pembuatan Prasarana Drainase Kurang Maksimal</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pembuatan-prasarana-drainase-kurang-maksimal/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pembuatan-prasarana-drainase-kurang-maksimal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5950</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com &#8211; Alur akhir drainase yang mengelilingi lapangan Merdeka Wangiwangi tak jelas arahnya kemana, pasalnya gorong-gorong di Jalan Sudirman untuk air mengalir hingga kelaut tak dibuat sehingga jika terjadi hujan maka luapan air tersebut harus melewati permukaan jalan raya dan ini membuat jalanan yang belum selesai dihotmix itu menjadi becek. Hal itu telah disampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> &#8211; Alur akhir drainase yang mengelilingi lapangan Merdeka Wangiwangi tak jelas arahnya kemana, pasalnya gorong-gorong di Jalan Sudirman untuk air mengalir hingga kelaut tak dibuat sehingga jika terjadi hujan maka luapan air tersebut harus melewati permukaan jalan raya dan ini membuat jalanan yang belum selesai dihotmix itu menjadi becek.</p>
<p>Hal itu telah disampaikan La Moane Sabara salah satu Anggota DPRD Wakatobi saat hearing beberapa waktu lalu bersama Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi. La Moane Sabara meminta dinas PU untuk memikirkan solusinya sehingga proyek itu tidak terkesan asal-asalan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221;Kadis PU coba lihat ke lapangan dan carikan solusi, tegur juga itu konsultannya,&#8221; kata La Moane Sabara. Namun hingga saat ini saran dewan itu belum juga menggerakan dinas PU untuk menindaklanjuti masalah itu yang telah dikeluhkan oleh masyarakat yang melintas di jalan tersebut.</p>
<p>Udin salah satu warga kelurahan Mandati yang kerap melintasi jalan tersebut mengeluh pasalnya jika hujan turun, air bah kerap menggenangi jalan, apalagi jalan itu telah berlubang agak dalam sehingga dapat mengundang kecelakaan jika tidak hati-hati. &#8221;Kalau hujan disitu air dari  drainase meluap hingga naik keatas jalan dan menggenangi jalan, jika tidak waspada bisa jatuh,&#8221; kata Udin, setelah melintasi jalan tersebut dari Wanci menuju arah pelabuhan Pangulubelo, Rabu (22/2).</p>
<p>Dikatakannya, pemerintah mesti  memperhatikan secara serius masalah itu, apalagi dalam waktu dekat Wakatobi bakal menyelenggarakan MTQ XXIV tingkat provinsi. Dia juga mengatakan, jalanan ibu kota juga mesti secepatnya di perbaiki. Kadis PU saat ditemui untuk meminta penjelasan mengenai proyek dan masalah itu, kadis  lagi tidak berada tempat. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pembuatan-prasarana-drainase-kurang-maksimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinas Sosial Nakertrans Bantu Warga Tertimpa Bencana 3,5 Ton Beras</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dinas-sosial-nakertrans-bantu-warga-tertimpa-bencana-35-ton-beras/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dinas-sosial-nakertrans-bantu-warga-tertimpa-bencana-35-ton-beras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5947</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozonradio.com – Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinas Sosial Nakertrans) mengirim bantuan beras sebayak 3,5 Ton kepada warga di dua kecamatan yakni Desa Lamanggau Kecamata Tomia dan Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur yang rumahnya tertimpa angin puting beliung Jumat (17/2) lalu. “Hari ini Dinas Sosial Nakertrans membawa bantuan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="http://ozonradio.com/" target="_blank">ozonradio.com</a> – Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinas Sosial Nakertrans) mengirim bantuan beras sebayak 3,5 Ton kepada warga di dua kecamatan yakni Desa Lamanggau Kecamata Tomia dan Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur yang rumahnya tertimpa angin puting beliung Jumat (17/2) lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hari ini Dinas Sosial Nakertrans membawa bantuan kepada warga yang rumahnya tertimpa angin puting beliung Jumat (17/2), lalu. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 3,5 Ton dan dibawa langsung Dinas Sosial ke lokasi. Saya dan beberapa orang staf sedang menuju pulau Tomia,” terang Kadis Sosial Nakertrans, Drs H Muh Mansyur Putu M.Si, melalui telepon celulernya yang saat dihubungi sedang dalam perjalanan menuju pulau Tomia dengan menggunakan armada laut (Speed Boad, red) Jumat (19/2).</p>
<p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, data terakhir yang diterima beberapa jam setelah kejadian, dari seluruh rumah warga yang tertimpa bencana angin puting beliung belum akurat. Baru sebagian yang masuk yakni Kecamatan Tomia Timur. Sedangkan data dari Kecamatan Tomia hingga saat ini belum masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">“Data yang kami terima dari Kecamatan Tomia Timur ada sebanyak 85 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian yakni 27 rumah masuk kategori rusak berat, 15 rusak sedang, dan 43 mengalami kerusakan ringan. Dari seluruh rumah yang mengalami kerusakan tersebut, dihuni 113 Kepala Keluarga (KK) dan 385 jiwa. Dan data untuk Kecamatan Tomia hingga saat ini belum masuk berapa keseluruhannya,” jelas Mansur Putu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, H Abdul Latif SKM, yang termasuk salah satu instansi memiliki kewajiban dalam urusan penanggulangan bencana, saat dihubungi via telepon celulernya Minggu (19/2) tidak diangkat dan melalui pesan singkat juga tidak di ada jawaban. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dinas-sosial-nakertrans-bantu-warga-tertimpa-bencana-35-ton-beras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pria Ditemukan Tidak Bernyawa Di Kamar Kontrakan</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pria-ditemukan-tidak-bernyawa-di-kamar-kontrakan/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pria-ditemukan-tidak-bernyawa-di-kamar-kontrakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5938</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com &#8211; Lelaki inisial ILA (62), warga Kelurahan Pongo Kecamatan Wangiwangi ditemukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan bugil (tanpa busana) dalam sebuah kamar warung kopi di Pasar Pagi Kelurahan Pongo Wangiwangi, Sabtu (18/2) seputar pukul 18.00 Wita. Penemuan mayat tersebut, menggegerkan warga setempat karena warung kopi tempat ditemukan mayat itu disinyalir tempat mesum oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> &#8211; Lelaki inisial ILA (62), warga Kelurahan Pongo Kecamatan Wangiwangi ditemukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan bugil (tanpa busana) dalam sebuah kamar warung kopi di Pasar Pagi Kelurahan Pongo Wangiwangi, Sabtu (18/2) seputar pukul 18.00 Wita. Penemuan mayat tersebut, menggegerkan warga setempat karena warung kopi tempat ditemukan mayat itu disinyalir tempat mesum oleh warga sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolres Wakatobi, AKBP Hotlan Damanik <a href="http://sh.mh/" target="_blank">SH.MH</a>, melalui Kapolsek Wangiwangi, Iptu Ruben Sihombing, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, setelah polisi mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Wangiwangi yang dibeck up personil Polres Wakatobi langsung mendatangi TKP. “Setelah mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Wangiwangi yang dibeck up personil Polres Wakatobi langsung menuju TKP dan tiba di TKP sekitar pukul 18.00 Wita,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Polisi belum menyimpulkan apa saja barang bukti yang telah karena saat di TKP, polisi sedang sibuk melakukan penggeledahan di dalam warung yang disinyalir sudah lama melakukan praktek terselebung tersebut. Namun dari amatan koran ini saat di TKP, polisi sedang mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti pakaian milik korban, segelas kopi susu yang masih tersisa dan disinyalir pesanan korban terhadap saksi, dan beberapa liter minuman tradisional (arak). Polisi juga menemukan bungkusan obat generic merek Binatol di atas  asur samping jasad korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu pula dokter yang datang di TKP, usai melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban, saat ditanyai apa penyebab korban merenggut nyawa, belum dapat dipastikan menunggu hasil visum penyebab kematian korban, ungkap dr Tuty Setiyaningsih yang memeriksa jasad korban tersebut. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/pria-ditemukan-tidak-bernyawa-di-kamar-kontrakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KM Riko Saputra  Ludes  Dilalap  Si Jago Merah</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/km-riko-saputra-ludes-dilalap-si-jago-merah/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/km-riko-saputra-ludes-dilalap-si-jago-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 23:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5934</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com – Kapal penumpang rute Wanci-Baubau KM Riko Saputra Nomor GT 167 yang tengah berlabuh di belakang warung makan Wisata, Kelurahan Mandati Dua, Kecamatan WangWangi,  ludes  dilalap si Jago Merah, Minggu (19/2) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menjadi tontonan unik masyarakat ibu kota Wakatobi itu, namun kerugian diperkirakan mencapai miliar rupiah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> – Kapal penumpang rute Wanci-Baubau KM Riko Saputra Nomor GT 167 yang tengah berlabuh di belakang warung makan Wisata, Kelurahan Mandati Dua, Kecamatan WangWangi,  ludes  dilalap si Jago Merah, Minggu (19/2) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menjadi tontonan unik masyarakat ibu kota Wakatobi itu, namun kerugian diperkirakan mencapai miliar rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut keterangan saksi La Gunu (20) warga Desa Waha yang juga Anak Buah kapal (ABK) KM Riko Saputra, saat ditemui di Polsek Wangi-Wangi Selatan mengatakan, dirinya dalam keadaan terlelap tidur di dek bawah dekat kamar mesin bersama teman jaganya, La Sony (17) yang keduanya merupakan koki di kapal milik anggota DPRD Wakatobi dari Partai Golkar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka mengetahui adanya api di dek paling atas (lantai tiga), tepat dikamar ABK setelah terbangun mendengar teriakan teman di kapal sebelah yang agak jauh beberapa kali. “Ada api, ada api” tutur La Gunu meniru suara temannya. Saat itu, katanya api telah membesar menjilati dinding kamar kapal. Sontak, La Gunu pun bergegas membagi tugas dengan temannya (Sony) menimbah air laut dan menyiramnya beberapa kali. Tak pelak, api tak padam malah melawan hingga membesar . “Saya siram tapi tambah besar apinya,”kata La Gunu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah hampir setengah jam La Gunu dan La Soni melakukan perlawanan dengan api, akhirnya mereka menyerah dan memilih meninggalkan kapal yang tengah terbakar dengan menggunakan perahu kecil (sampan). ”Api semakin membesar, akhirnya kami turun,” ucapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ditanya penyidik mengenai listrik kapal menyala atau padam dan siapa saja yang ada didalam kapal saat itu, La Gunu mengatakan sejak pagi, setelah dipindahkan dari pelabuhan wanci dan berlabuh dibelakang warung wisata, listrik kapal padam. Dan setahunya hanya mereka berdua didalam kapal saat itu. “Listrik mati dan hanya kami berdua saja,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolres Wakatobi melalui Kapolsek Wangiwangi Selatan Ipda Nurdin mengatakan, kejadian tersebut belum bisa disimpulkan apa penyebabnya. Untuk sementara pihak kepolisian menunggu api kapal padam untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kedua saksi akan dipulangkan kerumahnya, namun sewaktu-waktu dipanggil kembali untuk dimintai keterangannya. “Kita menunggu api padam. Mereka masih shock, nanti dipanggil lagi untuk dimintai keterangan lebih lanjut jika polisi masih membutuhkan keterangannya,” tukas Nurdin. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/km-riko-saputra-ludes-dilalap-si-jago-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua SKPD Leading Sector PAD Belum Capai Target</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dua-skpd-leading-sector-pad-belum-capai-target/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dua-skpd-leading-sector-pad-belum-capai-target/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 08:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5925</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com – Kabupaten Wakatobi memiliki dua leading sector untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Namun PAD dari dua instansi yang diharapkan bakal menjadi garda terdepan sebagai pahlawan devisa daerah itu ternyata masih jauh dari yang diharapkan. Wakil Bupati Wakatobi, H Arhawi Ruda SE, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> – Kabupaten Wakatobi memiliki dua leading sector untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Namun PAD dari dua instansi yang diharapkan bakal menjadi garda terdepan sebagai pahlawan devisa daerah itu ternyata masih jauh dari yang diharapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Wakatobi, H Arhawi Ruda SE, kepada  <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> beberapa hari lalu mengatakan, dari tahun ke tahun PAD Kabupaten Wakatobi sejak dimekarkan menjadi daerah otonom, dari semua instansi yang diharapkan bisa menyumbang PAD masih dibawah rata-rata. Atas dasar itu dalam waktu dekat semua kepala instansi bakal dipanggil untuk dievaluasi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dari tahun ke tahun, PAD dari semua instansi yang diharapkan bisa menyumbang PAD masih dibawah rata-rata. Kemudian, ada dua instansi yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang diharapkan bisa menyumbang PAD tertinggi karena menjadi Leading Sector PAD, namun hasilnya juga masih kalah dari instansi yang tidak diperhitungkan,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Wakil Ketua DPRD Wakatobi periode 2009-2014 tersebut menjelaskan, dengan hasil itu tentu akan menjadi pertanyaan besar bagi public dan masyarakat Wakatobi. Untuk itu kata dia, pemerintah sudah saatnya untuk melakukan evaluasi tingkat capaian disetiap instansi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Evaluasi kepada setiap pimpinan instansi sangat diharapkan. Karena, bisa jadi masalah itu karena belum adanya regulasi yang belum jalan sebagaimana mestinya,” jelas ketua DPD PAN Kabupaten Wakatobi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambahkannya, jika regulasi sudah terbentuk dan sudah dijalankan sebagai mana mestinya, maka PAD disetiap instansi yang diharapkan bisa menyumbang PAD bisa tercapai. Maka dari itu evaluasi sangat diharapkan. “Di pulau Tomia saja, setiap bulan kapal-kapal dengan muatan 20 ton bisa terlayani. Dan jika hal ini sudah berjalan seperti regulasi jika sudah berlaku maka PAD di instansi terkait bisa melebihi standar yang ditetapkan,” tukasnya. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dua-skpd-leading-sector-pad-belum-capai-target/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Rumah Warga Ambruk Diterpa Angin Puting Beliung</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/empat-rumah-warga-ambruk-diterpa-angin-puting-beliung/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/empat-rumah-warga-ambruk-diterpa-angin-puting-beliung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 08:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5919</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com &#8211; Akibat diterpa angin puting beliung, empat rumah warga di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia ambruk. Peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar dan berhamburan meninggalkan rumah tersebut, terjadi Jumat (17/2) sekitar pukul 15.30 Wita. Kepala Desa (kades) Lamanggau, La Abukari, saat dihubungi via telepon celuler (17/2) mengatakan, serangan angin puting beliung itu hanya berdurasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> &#8211; Akibat diterpa angin puting beliung, empat rumah warga di Desa Lamanggau Kecamatan Tomia ambruk. Peristiwa yang sempat menggegerkan warga sekitar dan berhamburan meninggalkan rumah tersebut, terjadi Jumat (17/2) sekitar pukul 15.30 Wita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Desa (kades) Lamanggau, La Abukari, saat dihubungi via telepon celuler (17/2) mengatakan, serangan angin puting beliung itu hanya berdurasi sekitar tujuh menit. Namun, empat rumah warga ambruk dan puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Empat rumah warga rata dengan tanah karena terangkat dengan angin puting beliung. Sedangkan sejumlah rumah warga lainnya hanya mengalami kerusakan ringan seperti rumah yang beratap daun nipan mengalami kerusakan dibagian atap namun kemungkinan besar masih bisa diperbaiki. Penghuni rumah yang ambruk itu, saat ini sedang menumpang di rumah kerabat dan keluarga dekatnya masing-masing. Mudah-mudahan instansi terkait bisa meringankan beban masyarakat yang mengalami musibah ini dengan memberikan bantuan apa adanya ,” ujar La Abukari.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, dari informasi yang dihimpun <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a>, angin puting beliung bukan hanya meluluh lantahkan sejumlah rumah warga di Desa Lamanggau tetapi sejumlah rumah warga di Kelurahan Patipelong Kecamatan Tomia Timur juga tertimpa. Namun, tidak diketahui pasti berapa rumah yang rusak. “Saya tidak mengetahui secara pasti berapa rumah warga yang rusak karena sampai sekarang kita tidak bisa keluar rumah akibat guyuran hujan deras,” ungkap Ketua LPM Kelurahan Patipelong dari balik telepon celulernya saat dihubungi koran ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Muh Mansyur Putu M.Si, saat dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa warga Desa Lamanggau tersebut mengatakan belum mendapat laporan baik itu dari stafnya atau dari pemerintah Desa Lamanggau atau Pemerintah Kecamatan Tomia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika sudah ada laporan khususnya dari pemerintah desa atau kecamatan, maka Dinas Sosial dan Nakertrans akan turun ke lokasi guna memastikannya. Sehingga bias diketahui apa saja yang dibutuhkan warga utamanya bagi yang mengalami bencana. Tapi yang jelasnya sampai saat ini belum ada laporan baik itu dari pemerintah kecamatan maupun dari desa setempat,” pungkasnya. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/empat-rumah-warga-ambruk-diterpa-angin-puting-beliung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPRD Nilai Pengawasan Perairan Wakatobi Lemah</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dprd-nilai-pengawasan-perairan-wakatobi-lemah/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dprd-nilai-pengawasan-perairan-wakatobi-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 07:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5909</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com – Praktek-praktek pengrusakan biota laut dan terumbu karang seperti pembiusan dan pemboman serta maraknya illegal fishing di perairan wakatobi, hingga saat ini masih sering terjadi dan menjadi konsumsi publik. Baik itu dilakukan nelayan local maupun nelayan luar daerah. Namun, dari informasi yang berkembang di masyarakat, praktek-praktek tersebut dilakukan nelayan luar daerah yang memanfaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> – Praktek-praktek pengrusakan biota laut dan terumbu karang seperti pembiusan dan pemboman serta maraknya illegal fishing di perairan wakatobi, hingga saat ini masih sering terjadi dan menjadi konsumsi publik. Baik itu dilakukan nelayan local maupun nelayan luar daerah. Namun, dari informasi yang berkembang di masyarakat, praktek-praktek tersebut dilakukan nelayan luar daerah yang memanfaatkan kelemahan instansi terkait mengawasi perairan wakatobi. Hal itu terungkap saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2012 beberapa pecan lalu di Kecamatan Tomia Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi isu tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Muh Ali SP, di depan sejumlah peserta Musrenbang mengatakan maraknya praktek-praktek pembiusan, pemboman dan illegal fishing di perairan wakatobi merupakan salah satu bukti masih lemahnya pengawasan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Memang selama ini sering kali kita mendengar baik itu dari nelayan lokal yang melihat langsung ataupun dari hasil laporan masyarakat bahwa praktek illegal fishing, pembiusan dan pemboman oleh nelayan luar daerah masing sering terjadi di perairan wakatobi. Ini menandakan bahwa fungsi pengawasan pada instansi terkait khususnya di laut masih belum maksimal,” terang Muh Ali yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Wakatobi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat dari fenomena tersebut, maka sangat diperlukan peran serta semua stockholder untuk meminimalis kegiatan atau praktek-praktek yang sifatnya sangat membahayakan kelangsungan biota laut laut termasuk terumbu karang. “Jika biota laut dan terumbu karang sudah mengalami kehancuran karena praktek-praktek seperti pemboman oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan masih maraknya illegal fishing, maka yang akan rugi adalah masyarakat wakatobi juga termasuk anak cucu kita kelak,” urainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, jika didapati atau ada informasi bahwa sedang terjadi praktek-praktek seperti diatas agar segera laporkan kepada instansi terkait. Sehingga instansi terkait secepat mungkin melakukan antisipasi. “Dan kepada instansi terkait yang menangani pengawasan laut agar pro aktif dalam menjaga kelestarian biota laut dan terumbu karang sesuai tupoksinya. Jangan nanti ada laporan dari masyarakat baru turun ke lokasi,” tegasnya. (rian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/dprd-nilai-pengawasan-perairan-wakatobi-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WAINA Warning Anggota DPRD Wakatobi Tolak Tawaran KKN</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/waina-warning-anggota-dprd-wakatobi-tolak-tawaran-kkn/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/waina-warning-anggota-dprd-wakatobi-tolak-tawaran-kkn/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 07:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5903</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com – Ketua Lembaga Wakatobi Information Agency (WAINA), H Muh Kasir Ibrahim, meminta kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Wakatobi untuk menolak segala macam bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk melakukan Korupsi, Kulusi dan Nepotisme (KKN). Hal itu dikatakannya saat Hearing dan Sharing antara WAINA dengan pihak DPRD di ruang Aspirasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> – Ketua Lembaga Wakatobi Information Agency (WAINA), H Muh Kasir Ibrahim, meminta kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Wakatobi untuk menolak segala macam bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk melakukan Korupsi, Kulusi dan Nepotisme (KKN). Hal itu dikatakannya saat Hearing dan Sharing antara WAINA dengan pihak DPRD di ruang Aspirasi gedung DPRD Wakatobi beberapa hari lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan sekaligus permohonan Ketua WAINA tersebut, terkait pernyataan sejumlah anggota DPRD saat Hearing dan Sharing bahwa DPRD Wakatobi selama ini masih belum maksimal dalam menjalankan amanah rakyat sebagai lembaga pengontrol kebijakan dan pengawas dalam pengelolaan keuangan negara/daerah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi. Dikarenakan keterbatasan SDM yang dimiliki anggota DPRD Wakatobi dan tidak adanya staf ahli di sekretariat DPRD dalam segala macam urusan pemerintahan.</p>
<p style="text-align: justify;">“WAINA sangat menyayangkan jika ada anggota DPRD yang tidak berbuat melanggar hukum dalam pengelolaan anggaran, namun saat ditemukan indikasi KKN, ada anggota DPRD yang turut diperiksa untuk dimintai pertanggung jawaban. Untuk itu, WAINA minta kepada seluruh anggota DPRD Wakatobi untuk menolak segala macam bentuk tawaran berbuat KKN,” terang H Muh Kasir Ibrahim di depa sejumlah anggota DPRD yang hadir dalam Hearing dan Sharing itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika selama ini fungsi DPRD sebagai pengontrol kebijakan dan pengawas pengelola anggaran belum maksimal kata H Muh Kasir Ibrahim, agar kedepannya, DPRD harus menjalankan amanah rakyat dengan sebenar-benarnya karena telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku. “Jika masalah pelayanan rakyat tidak diapresiasi anggota DPRD, maka anggota DPRD juga yang turut malu karena tidak bisa menampung dan menyelesaikan urusan/keluhan rakyat,” pinta H Muh Kasir Ibrahim yang dibarengi dengan aplaus sejumlah masyarakat yang datang menyaksikan hearing dan sharing itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, permintaan WAINA kepada anggota DPRD Wakatobi untuk menolak tawaran KKN itu, terkait dengan statemen salah seorang anggota DPRD saat hearing dan sharing berlangsung yang mengatakan bahwa untuk apa korupsi jika hanya sedikit. Ada niat untuk korupsi tapi jika anggarannya cukup besar agar seimbang dengan perbuatan. Sehingga, statemen salah seorang anggota DPRD itu langsung disanggah anggota WAINA termasuk ketuanya.(ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/waina-warning-anggota-dprd-wakatobi-tolak-tawaran-kkn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hugua “Haramkan” Proyek Bangunan Pemda Gunakan Pasir Pesisir Pantai</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/hugua-%e2%80%9charamkan%e2%80%9d-proyek-bangunan-pemda-gunakan-pasir-pesisir-pantai-2/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/hugua-%e2%80%9charamkan%e2%80%9d-proyek-bangunan-pemda-gunakan-pasir-pesisir-pantai-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 22:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5896</guid>
		<description><![CDATA[WAKATOBI, ozzonradio.com &#8211; Laju pembangunan insfrastruktur di Wakatobi dari tahun ketahun semakin pesat, begitu pula penggunaan material dasar dalam memproduksi bangunan. Penggunaan pasir  tak boleh ditawar-tawar dalam membangun inflastruktur milik pemerintah dan swasta maupun masyarakat. Di Kabupaten Wakatobi yang inti visi misinya bersanding pada menjaga ekosistem laut pesisir, namun  menjadi kontradiksi dengan aktifitas sebagian oknum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAKATOBI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> &#8211; Laju pembangunan insfrastruktur di Wakatobi dari tahun ketahun semakin pesat, begitu pula penggunaan material dasar dalam memproduksi bangunan. Penggunaan pasir  tak boleh ditawar-tawar dalam membangun inflastruktur milik pemerintah dan swasta maupun masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Kabupaten Wakatobi yang inti visi misinya bersanding pada menjaga ekosistem laut pesisir, namun  menjadi kontradiksi dengan aktifitas sebagian oknum masyarakatnya yang mata pencahariannya mengekploitasi pasir pesisir. Abrasi pantai pun tak terelakan. Proyek fisik dari kecil hingga besar yang dikerjakan oleh pemerintah sejak dibentuknya Kabupaten Wakatobi, menggunakan material pasir sudah begitu banyak dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menanggapi hal itu Bupati Wakatobi, Ir Hugua mengatakan, bakal melarang Pemda dalam membangun inflastrukturnya sebagai penunjang pembangunan menggunakan pasir pesisir pantai. “Tahun ini (2012_red) yang saya haramkan  bangunan pemerintah yang menggunakan pasir pesisir pantai, terkecuali pasir yang telah diarahkan lokasinya,” kata Hugua di ruang VIP Bandara Matahora  belum lama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, lokasi pengambilan pasir itu mesti sudah ditentukan, salah satunya di alur masuk pelabuhan penyebrangan Fery Wangiwangi, Pasalnya diarea itu butuh pendalaman yang selama ini menjadi kendala tidak sandarnya kapal Fery dipelabuhan dan beberapa area lainnya.“Lokasinya sudah  tentukan,” tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hugua berinisiatif akan memboyong pasir dari daerah lain untuk mensiasati pembenggakkan penggunaan pasir dimasyarakat dan alasan menjaga ekosistem laut, jika itu memungkinkan. “Mungkin pasir akan diambil dari daerah lain,” tutupnya. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/hugua-%e2%80%9charamkan%e2%80%9d-proyek-bangunan-pemda-gunakan-pasir-pesisir-pantai-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BRI Wanci Akan Meningkatkan Pelayanan Nasabah</title>
		<link>http://ozzonradio.com/home/2012/02/bri-wanci-akan-meningkatkan-pelayanan-nasabah/</link>
		<comments>http://ozzonradio.com/home/2012/02/bri-wanci-akan-meningkatkan-pelayanan-nasabah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 22:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diosiara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ozzonradio.com/home/?p=5888</guid>
		<description><![CDATA[WANGI-WANGI, ozzonradio.com – Ervin (37), warga Kelurahan Wanci Kecamatan Wangi-Wangi mengeluhkan pelayanan di meja Teller Bank Republik Indonesia (BRI) Unit Wanci. Keluhan Erwin yang juga sebagai nasabah BRI tersebut, karena tidak adanya pemberlakuan budaya antri di meja teller yang teratur layaknya bank-bank lain. “Sudah sering kali saya mengisi formuli aplikasi pengiriman uang atau penarikan. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WANGI-WANGI</strong>, <a href="../../" target="_blank">ozzonradio.com</a> – Ervin (37), warga Kelurahan Wanci Kecamatan Wangi-Wangi mengeluhkan pelayanan di meja Teller Bank Republik Indonesia (BRI) Unit Wanci. Keluhan Erwin yang juga sebagai nasabah BRI tersebut, karena tidak adanya pemberlakuan budaya antri di meja teller yang teratur layaknya bank-bank lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah sering kali saya mengisi formuli aplikasi pengiriman uang atau penarikan. Setelah saya selesai mengisi formuli maka saya langsung menempatkan di tempatnya yakni di meja teller. Ironisnya, nasabah yang terakhir mengisi formulir yang dipanggil duluan. Bahkan nasabah yang dipanggil terlebih dahulu itu, adalah nasabah datang terbelakang setelah saya,” urai Ervin kepada koran ini saat ditemui di depan BRI Unit Wanci, Rabu (15/2).</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu ketika setelah mengisi formulir pengiriman, kata Ervin, dia menunggu sampai beberapa jam namun tidak juga dipanggil ke meja teller, padahal nasabah lain yang harus dilayani sudah tidak ada lagi. “Beberapa minggu lalu, saya mau mengirim uang ke kantorku di Baubau. Setelah saya selesai mengisi formulir itu, masih ada juga nasabah lain yang baru datang dibelakang saya untuk melakukan hal yang sama dengan saya. Namun, yang dipanggil duluan adalah nasabah yang datang di belakang saya. Saya tetap sabar menunggu, namun yang aneh yakni disaat saya sedang duduk sendiri dan sudah tidak ada nasabah lain, tapi saya tidak juga dipanggil untuk melakukan transaksi di meja teller. Saya beranikan diri maju ke meja teller dan mempertanyakan kenapa saya tidak juga dipanggil, ternyata formulir yang saya isi sudah dimasukkan dalam keranjang tong sampah,” kesalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya pelayanan yang tidak maksimal seperti Ervin tersebut, sudah cukup lama berlangsung di BRI Unit Wanci dan dirasakan nasabah lainnya. Namun, nasabah lainnya masih tetap bisa menahan diri seperti yang dirasakan Feny, warga Kelurahan Mandati Dua Kecamatan Wangiwangi Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dulu juga saya pernah mengalami pelayanan di BRI Unit Wanci yang sangat membuat saya kesal. Saat itu saya bersama orang tua (ibu, red) ingin melakukan penarikan tunai. Namun, setelah selesai mengisi formulir dan menyerahkannya ke meja teller, saya bersama ibu harus menunggu berjam-jam. BRI Unit Wanci sudah seharusnya membenahi pelayanan itu jika tidak ingin nasabahnya keluar,” harap gadis berparas cantik yang dimintai pendapatnya terkait pelayanan BRI Unit wanci.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala BRI Unit Wanci, Iman Mangori, saat dikonformasi diruang kerjanya, Rabu (15/2) mengatakan dirinya menjadi pimpinan BRI Unit Wanci baru dalam hitungan minggu. Kondisi tentang pelayanan khususnya di meja teller belum diketahui jika ada nasabah yang mengeluhkan pelayanan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya dipercayakan menjadi pimpinan BRI Unit Wanci baru hitungan minggu. Jadi, kondisi tentang semua kekurangan termasuk pelayanan di meja teller saya belum ketahui. Namun, jika ada nasabah yang sifatnya mengeluhankan pelayanan di meja teller, maka saya selaku pimpinan sangat berterima kasih. Karena dengan informasi tentang keluhan itu akan menjadi masukan dan bahan evaluasi kepada semua karyawan BRI Unit wanci kedepannya,” katanya.<br />
Ditegaskannya, dengan informasi tentang adanya keluhan sejumlah nasabah tersebut, dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat direksi intern di BRI Unit Wanci. Sehingga, semua keluhan nasabah terutama pelayanan di meja teller dapat dibahas guna pelayanan yang maksimal kedepan. “Dengan adanya informasi ini, maka dalam waktu dekat akan saya lakukan rapat intern karyawan BRI Unit wanci. Dengan tujuan mengevaluasi semua kinerja karyawan terkait keluhan sejumlah nasabah,” tegas Iman Mangori. (ian)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ozzonradio.com/home/2012/02/bri-wanci-akan-meningkatkan-pelayanan-nasabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
