WAKATOBI, ozzonradio.com – Kamis dini hari (3/11), rumah seorang anggota Polres Wakatobi yang juga sebagai Kanit serse Polsek Wangiwangi Selatan yang terletak di wilayah hokum Polsek Wangiwangi Selatan, Kelurahan Mandati III Kecamatan Wangiwangi Selatan dijebol maling (pencuri, red).
Namun dalam kejadian yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 Wita tersebut, bukannya pemilik rumah yang mengalami kerugian akan tetapi tamu dirumah itu yakni bendahara Kantor Kecamatan Tomia yang juga sebagai bapak mantu dari pemilik rumah. Akibat kejadian itu, bendahara Kantor Kecamatan Tomia, mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta rupiah lebih.
Amatan ozzonradio.com, Kamis (3/11) sekitar pukul 10.00 Wita, disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), sejumlah personil Polres Wakatobi (intel dan reserse, red) sedang melakukan olah TKP dengan memeriksa semua bukti-bukti termasuk menanyai sejumlah orang anak tinggal dirumh tersebut. “Kejadiannya ini sekitar tengah malam disaat penghuni rumah dalam keadaan tertidur pulas. Pelakunya pasti lebih dari satu orang dan sudah mengenal lebih dekat keadaan dan situasi dalam rumah TKP.
Karena, dari hasil olah TKP sementara, didalam rumah tidak ditemukan seperti barang-barang lainnya yang diacak-acak. Namun, pelaku langsung menuju tas penyimpanan uang yang berada di dalam kamar tamu. Mudah-mudahan dengan mengantongi bukti-bukti dengan melakukan investigasi kepada sejumlah anak tinggal dan kerabat pemilik rumah yang sering bertandang ke rumah TKP, polisi bisa mengorek informasi lebih lanjut untuk mengembangkan kasus ini dan bisa menangkap pelakunya,” ujar salah seorang anggota reserse Polres Wakatobi yang melakukan olah TKP.
Pemilik rumah, Bripka Sabirudin, yang beberapa hari lalu dipercayakan pimpinan (Kapolres Wakatobi, red) sebagai kanit serse Polsek Wangsel, kepada ozzonradio.com dilokasi TKP mengatakan, kejadian ini diperkirakan sekitar tengah malam menjelang pagi. “Saya bangun tengah malam buang air kecil sekitar pukul 01.00 Wita, keadaan dalam rumah tampak belum ada apa-apa. Nanti sekitar pukul 04.00 Wita, baru diketahui kalau sekelompok maling sudah mengacak-acak rumah,” katanya.
Sementara itu, bendahara Kecamatan Tomia yang mengalami musibah tersebut, La Ode Maniu, yang juga sebagai bapak mantu dari Bripka Sabirudin pemilik rumah, kepada ozzonradio.com di TKP menjelaskan, akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta rupiah lebih. “Uang itu yakni gaji PNS lingkup Sekretariat kantor Camat Tomia untuk bulan Oktober yang lalu. Uang itu baru kemarin, Rabu (2/11) saya terima dari Bank dan rencana nanti hari ini saya balik ke Tomia. Namun, naasnya uang itu sudah terlebih dahulu dibawa kabur maling,” jelas La Ode Maniu yang menjabat sebagai bendahara sekretariat kantor Camat Tomia sudah berlangsung hamper lima tahun.
“Saya tahu kalau uang itu sudah raib dibawa maling, nanti bangun dari tidur sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu saya mau mengambil charger HP didalam tas yang berisikan uang, namun saya sontak kaget melihat keadaan tas yang tidak seperti semula. Tas yang berisikan uang itu sudah kelihatan robek. Bagitu saya memperhatikannya lebih jauh dengan melihat keadaan isi tas, saya langsung lemas karena kantung kresek yang berisikan uang gaji PNS lingkup secretariat Kantor Camat Tomia didalam tas itu sudah tidak ada lagi. Saya langsung membangunkan semua isi rumah kalau malam ini maling sudah beraksi didalam rumah ini dan uang di dalam tas saya sudah habis,” pungkas La Ode Maniu. (ian)


