WAKATOBI, ozzonradio.com – Tourism Infarmation Centre (TIC) merupakan pusat informasi tentang kepariwisataan. TIC tersebut, dalam pengoperasiannya diperuntukkan kepada masyarakat yang memiliki usaha penunjang pariwisata seperti pengusaha Hotel, Restoran, Rumah Makan, Home Stay, Resort dan lain sebagainya. Artinya, di TIC itulah para wisatawan bisa mendapatkan informasi tentang pariwisata dan penunjang lainnya.
Sebagaimana dikatakan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Drs Tawakal, beberapa pecan lalu bahwa dengan beroperasinya TIC maka bakal membantu para masyarakat yang berprofesi dibidang usaha pariwisata. Dan dalam pengelolaannya juga akan diserahkan kepada masyarakat yang memiliki usaha-usaha penunjang kepariwisataan. Namun, niat baik pemerintah tersebut belum dimaksimalkan oleh masyarakat yang memiliki usaha
penunjang kepariwisataan.
Saat Ozzonradio.com bertandang ke TIC, Senin (24/10), sekedar ingin mengetahui perkembangan TIC sejak dioperasikan sebulan yang lalu, namun ternyata masyarakat khususnya yang memiliki usaha penunjang kepariwisataan belum memaksimalkannya. Karena, meskipun sudah ada beberapa brosur yang terpajang, semua itu baru pengusaha Resort yakni Patuno Beach Resort dan Wakatobi Dive Resort. Masyarakat lainnya yang memiliki usaha penunjang pariwisata seperti Hotel, Restoran dan lain sebagainya belum ikut berpartisipasi.
Salah seorang penjaga TIC, Uki, saat berbincang-bincang dengan Baubau Pos mengatakan, masyarakat yang memiliki usaha penunjang kepariwisataan, sejak awalnya TIC beroperasi sudah dihimbau untuk menitipkan brosur-brosur yang bisa memudahkan para wisatawan jika membutuhkan informasi terkait dengan usaha yang mereka (pengusaha penunjang pariwisata, red) lakukan.
“Brosur-brosur yang ada saat ini baru dari pengusaha Resort yakni Patuno Resort dan WDR. Kalau masyarakat yang memiliki usaha seperti Hotel, Restoran, Rumah Makan dan lain sebagainya, hingga hari ini belum ada yang menitipkan brosurnya,” terang Uki.
Dijelaskannya, sejak beroperasi sebulan yang lalu, sudah ada beberapa orang wistawan yang datang ke TIC untuk menanyakan informasi pariwisata wakatobi. “Wisatawan itu ada yang dari Jakarta dan ada juga dari Jepang. Para wisatawan rata-rata menanyakan tempat-tempat pariwisata seperti tempat dive, sarana penyebrangan antar pulau dalam wakatobi dal lain sebagainya,” jelas Uki. (ian)


