WAKATOBI, ozzonradio.com – Guna mencegah timbulnya wabah penyakit baik itu penyakit campak maupun polio khusunya pada anak mulai dari usia bayi hingga balita, perlu diimunisasi. Demikian disampaikan Kadis Kesehatan (kadinkes) Kabupaten Wakatobi, Drs La Ode Boa M.Si, kepada Baubau Pos saat meninjau langsung pelaksanaan imunisasi kepada sejumlah anak mulai dari usia bayi hingga balita di Puskesmas Wangiwangi, Selasa (18/10).
Dikatakannya, balita usia 9 hingga 59 bulan wajib diimunisasi campak. Disamping itu juga, usia 0 hingga 59 bulan harus mendapatkan imunisasi polio. “Jumlah balita di Kabupaten Wakatobi yang mendapatkan imunisasi tambahan untuk mencegah penyakit campak ada 7869 balita dan Imunisasi polio terdapat 1395 balita. Penyakit tersebut dapat menimbulkan
wabah,” katanya.
“Ibu yang mempunyai anak di usia 0 sampai 59 bulan agar membawa balita untuk mendapatkan penanganan ke Pos kesdes yang tersebar diseluruh wakatobi. Kegiatan pencanangan imunisasi tambahan dan polio seperti ini tidak dipungut biaya. Dinkes akan memantau dan turun serta, aktif dalam pelaksaan kegiatan cresh program campak dan polio di 41 desa untuk pulau Wangi-Wangi selama sebulan yakni mulai tangal 18 oktober hingga 18 Noverber. Sementara tiga pulau lain yakni Kaledupa, Tomia, dan Binongko diserahkan pada puskemas masing-masing,” terangnya.
Dijelaskannya, balita yang tidak mendapatkan imunisasi akan terinfeksi, apalagi diperburuk dengan gizi buruk. Jadi imunisasi tambahan dan polio ini wajib diberikan pada balita. “Saya harapkan kepada ibu yang memiliki anak di usia 0 sampai 59 bulan untuk di berikan pencegahan itu,” ucapnya.
Amatan ozzonradio.com, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wakatobi, Ratna Hugua, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Ini salah satu program PKK yakni pada Pokja 4 bidang kesehatan,” tukas Ratna Hugua saat dimintai tanggapannya sebelum meninggalkan puskesmas Wangi-wangi. (ian)


